Posted by: Admin | September 28, 2006

Perdagangan Wanita dan Pelacuran

Pada acara Oprah Winfrey diberitakan bagaimana seorang
jurnalis wanita membongkar praktek perdagangan wanita
Meksiko ke AS untuk dijadikan pelacur.

Dalam sehari wanita tersebut dipaksa melayani sampai
40 pria. Setiap bulannya ada 2.000 wanita Meksiko yang
dipaksa jadi pelacur dan dijual ke tempat-tempat
pelacuran di AS.

Di Indonesia juga begitu. Ribuan bahkan mungkin
puluhan ribu wanita dipaksa dijual sebagai budak seks
ke tempat-tempat pelacuran di Batam dan Singapura.

Kita harus paham bahwa di tempat pelacuran, wanita
merupakan komoditi. Barang dagangan. Para “pembeli”
tidak puas dengan barang yang itu-itu saja. Mereka
ingin barang “baru”. Barang yang “segar.” Pelacur
berumur 40 tahun ke atas sulit mendapatkan pelanggan.

Akibatnya terjadilah perdagangan perempuan (terutama
yang masih muda/gadis) untuk dijadikan pelacur.

Selama tempat pelacuran tidak dilarang, selama itu
pula mereka akan memperdagangkan wanita agar tempat
pelacurannya lebih laris/menarik.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina
itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan
yang buruk.” [Al Israa’:32]

Wassalam

http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/deti\
k.read/tahun/2006/bulan/09/tgl/27/time/121413/idnews/683546/idkanal/10

SBY Prihatin Perdagangan Orang
Nurfajri Budi Nugroho – detikcom

Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
menilai praktek perdagangan orang di Indonesia telah
mencapai kondisi yang memprihatinkan. Jaringan
perdagangan orang makin rapi dan luas serta keluar
batas wilayah negara.

Demikian pendapat SBY yang disampaikan oleh Menteri
Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta dalam raker
dengan Pansus RUU Pemberantasan Tindak Pidana
Perdagangan Orang (PTPPO) di Gedung DPR, Senayan,
Jakarta, Rabu (27/9/2006).

“Tindak pidana ini dikategorikan sebagai tindak pidana
transnasional yang terorganisasi,” ujar Meutia.

Dia mengatakan, perdagangan orang telah memberikan
dampak fisik, psikologis, dan sosial yang berat bagi
korban. “Terutama perempuan dan anak-anak yang
menderita luar biasa. Ini melanggar HAM dan
merendahkan martabat bangsa,” ujarnya.

Meutia pun menyampaikan harapan SBY agar RUU PTPPO
memuat materi-materi yang mencakup langkah penanganan,
pencegahan dan penanggulangan dengan bekerjasama
lintas sektoral dan lintas negara.

“Perlu dipertimbangkan untuk menyesuaikan dengan
konvensi PBB melawan kejahatan perdagangan
transnasional berikut protokol-protokol yang terkait,”
saran Meutia. (san/sss)

===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur’an dan Hadits?
Kirim email ke: media-dakwah-subscribe@yahoogroups.com
http://www.media-islam.or.id

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: